ABH AyoBelanjaHemat

Cara Menghitung Harga per 100 ml dan per 100 Gram

Diterbitkan 26 Oktober 2026 · Bacaan sekitar 4 menit

Di rak supermarket, harga yang tertera hampir selalu harga per kemasan. Padahal isi tiap kemasan berbeda-beda: 750 ml, 1 liter, 2 liter, atau paket isi 6. Kalau hanya membandingkan harga di label, Anda sedang membandingkan hal yang tidak setara. Cara yang adil adalah mengubah semuanya ke satuan yang sama, yaitu harga per 100 ml, per 100 gram, atau per buah.

Kabar baiknya, rumusnya hanya satu dan bisa dihitung di kepala setelah terbiasa.

Rumus harga per satuan

Harga per satuan = harga total ÷ total isi × satuan pembanding
Satuan pembanding biasanya 100 (per 100 ml atau 100 gram) atau 1 (per buah).

"Total isi" adalah isi satu kemasan dikalikan jumlah kemasannya. Itulah sebabnya paket isi banyak perlu dihitung dengan teliti.

Langkah 1: samakan satuannya dulu

Sebelum membagi, pastikan semua angka memakai satuan yang sama. Ini tiga konversi yang paling sering dibutuhkan:

Contoh 1: cairan (minyak goreng)

Anda menemukan dua kemasan minyak goreng. Angka di bawah ini hanya contoh ilustrasi, bukan harga pasar.

ProdukHargaIsiPer 100 ml
Kemasan ARp18.000750 mlRp2.400
Kemasan BRp42.0002 liter (2.000 ml)Rp2.100

Hitungannya: Rp18.000 ÷ 750 = Rp24 per ml, dikali 100 menjadi Rp2.400. Untuk B, Rp42.000 ÷ 2.000 = Rp21 per ml, jadi Rp2.100. Kemasan B lebih murah Rp300 per 100 ml, atau sekitar 12,5%.

Contoh 2: berat (kopi bubuk)

ProdukHargaIsiPer 100 gram
Kopi 200 gRp30.000200 gramRp15.000
Kopi 500 gRp67.500500 gramRp13.500

Kemasan 500 gram lebih hemat 10% per 100 gram. Selisih Rp1.500 per 100 gram terlihat kecil, tetapi menjadi Rp7.500 untuk 500 gram.

Contoh 3: paket isi banyak

Minuman 6 botol @ 250 ml dijual Rp30.000. Total isinya 6 × 250 = 1.500 ml. Harga per 100 ml: Rp30.000 ÷ 1.500 × 100 = Rp2.000. Jangan lupa mengalikan jumlah botol, karena kesalahan paling umum ada di sini.

Contoh 4: per buah

Sabun batang paket 3 buah seharga Rp12.000 berarti Rp4.000 per buah. Kalau sabun yang sama dijual eceran Rp4.500, paket 3 buah lebih hemat Rp500 per buah.

Lima kesalahan yang sering terjadi

Pertanyaan yang sering muncul

Perlu pakai 100 ml atau 1 liter? Terserah, selama semua produk memakai satuan pembanding yang sama. Angka per 100 ml biasanya lebih mudah dibaca.

Apakah harga per satuan terendah selalu yang terbaik? Tidak selalu. Kualitas, masa kedaluwarsa, dan kebutuhan Anda tetap penting. Soal itu kami bahas di artikel kemasan besar vs kecil: mana lebih hemat?

Bagaimana jika ada diskon bertingkat? Hitung dulu harga akhir yang Anda bayar, lalu bagi dengan total isi.

Contoh 5: ketika ada diskon

Kembali ke minyak 750 ml. Misalkan toko memberi diskon 10%, sehingga harganya Rp16.200. Harga per 100 ml turun menjadi Rp2.160. Kemasan 2 liter tadi (Rp2.100) masih sedikit lebih murah, selisihnya sekitar 3%. Diskon kecil belum tentu membalik hasil, jadi tetap hitung ulang setiap kali ada promo.

Cara cepat menghitung di kepala

Untuk harga per 100 ml atau 100 gram, ubah dulu isi menjadi hitungan ratusan, lalu bagi harganya:

Untuk perbandingan cepat di toko, pembulatan sudah cukup. Untuk selisih tipis, hitung lebih teliti atau pakai kalkulator.

Mengapa label "harga per satuan" di rak kadang tidak cukup

Sebagian toko mencantumkan harga per satuan di label rak. Itu membantu, tetapi satuannya sering berbeda antar produk (satu per 100 ml, satu lagi per liter) dan tidak selalu diperbarui saat ada promo. Karena itu, kebiasaan menghitung sendiri tetap berguna sebagai pemeriksaan terakhir.

Malas menghitung manual?
Masukkan harga dan isi, hasilnya langsung muncul.
Coba kalkulator gratis