Shrinkflation: Harga Sama, Isi Kemasan Makin Sedikit
Anda membeli camilan favorit yang sama, di toko yang sama, dengan harga yang sama. Tetapi rasanya isinya kok lebih sedikit? Bisa jadi Anda tidak salah ingat. Fenomena ini dikenal sebagai shrinkflation.
Apa itu shrinkflation?
Shrinkflation adalah kondisi ketika ukuran atau isi produk dikurangi, sementara harganya tetap atau hampir tetap. Hasilnya sama dengan kenaikan harga: Anda membayar lebih mahal untuk jumlah yang sama, hanya saja kenaikannya tidak terlihat di label harga.
Mengubah ukuran kemasan bukan otomatis kecurangan. Produsen menghadapi kenaikan biaya bahan, ongkos produksi, dan distribusi. Yang perlu Anda lakukan bukan menuduh, melainkan menghitung: berapa sebenarnya harga per satuan sekarang dibandingkan dulu?
Contoh perhitungan
Angka berikut contoh ilustrasi, bukan merek atau harga tertentu.
| Produk | Isi | Harga | Per 100 gram |
|---|---|---|---|
| Camilan, kemasan lama | 200 g | Rp20.000 | Rp10.000 |
| Camilan, kemasan baru | 180 g | Rp20.000 | sekitar Rp11.111 |
Harga di label tidak berubah, tetapi harga per 100 gram naik sekitar 11,1%. Contoh lain, sabun cair 450 ml seharga Rp18.000 (Rp4.000 per 100 ml) menjadi 400 ml dengan harga sama: kini Rp4.500 per 100 ml, naik 12,5%.
Cara mengenali shrinkflation
- Bandingkan angka isi bersih di kemasan lama dan baru. Angkanya biasanya tercantum dekat bagian bawah atau samping kemasan.
- Perhatikan kemasan yang terasa lebih ringan, bentuk yang berubah, atau ruang kosong yang lebih banyak di dalamnya.
- Waspadai tulisan "kemasan baru" atau "tampilan baru" yang tidak menyebut isinya.
- Simpan foto label kemasan produk yang rutin Anda beli. Beberapa bulan kemudian Anda bisa membandingkannya.
Cara membuktikannya dengan angka
- Catat harga dan isi bersih produk lama (dari foto atau ingatan struk).
- Catat harga dan isi bersih produk sekarang.
- Hitung harga per 100 ml, 100 gram, atau per buah untuk keduanya, lalu bandingkan.
Cara menghitungnya ada di artikel cara menghitung harga per 100 ml dan per 100 gram.
Apa yang bisa Anda lakukan?
- Bandingkan dengan merek lain atau ukuran lain. Setelah isi berkurang, produk pesaing atau kemasan yang lebih besar bisa lebih hemat. Lihat kemasan besar vs kecil: mana lebih hemat?
- Pertimbangkan produk pengganti yang kualitasnya setara.
- Sesuaikan kebiasaan belanja. Kalau harga per satuan naik, mungkin porsi atau frekuensi pembelian perlu ikut disesuaikan.
Bedanya dengan "skimpflation"
Selain isi berkurang, ada juga kemungkinan kualitas bahan yang diturunkan tanpa mengubah ukuran, misalnya resep diganti dengan bahan yang lebih murah. Itu biasa disebut skimpflation. Yang ini sulit dihitung dengan rumus, jadi perhatikan daftar komposisi di kemasan dan rasakan sendiri perbedaannya.
Mengapa shrinkflation terjadi?
Biaya bahan baku, energi, kemasan, dan distribusi bisa naik. Bagi produsen, menaikkan harga di label sering terasa lebih berisiko karena pembeli langsung melihatnya. Banyak produk eceran juga dijual di titik harga yang sudah "pas" di benak orang, misalnya Rp2.000 atau Rp5.000 per sachet, sehingga mengurangi isi lebih mudah daripada mengubah harga. Ini penjelasan umum, bukan tuduhan pada merek tertentu.
Contoh: kenaikan harga yang terlihat vs yang tersembunyi
Misalkan Anda mencatat satu produk camilan selama setahun (angka ilustrasi):
| Bulan | Isi | Harga | Per 100 gram |
|---|---|---|---|
| Januari | 200 g | Rp20.000 | Rp10.000 |
| April | 200 g | Rp21.000 | Rp10.500 |
| Oktober | 180 g | Rp21.000 | sekitar Rp11.667 |
Kenaikan di bulan April langsung terlihat di label. Perubahan di bulan Oktober tidak: harga di label sama, tetapi isinya turun 20 gram. Dalam setahun harga per 100 gram naik sekitar 16,7%, dan lebih dari separuhnya datang dari pengurangan isi.
Hati-hati pada produk sachet dan eceran kecil
Perubahan kecil terasa tidak berarti pada produk murah, padahal persentasenya bisa besar. Sachet kopi 25 g seharga Rp2.000 (Rp8.000 per 100 g) yang menjadi 22 g dengan harga sama berarti sekitar Rp9.091 per 100 g, naik sekitar 13,6%. Karena dibeli berulang kali, selisih kecil itu terkumpul.
Kebiasaan sederhana yang membantu
- Foto label kemasan produk yang rutin Anda beli sekali setiap beberapa bulan.
- Catat isi dan harga di catatan ponsel untuk lima produk yang paling sering dibeli.
- Saat ada kemasan "baru", cek angka isi bersih sebelum memasukkannya ke keranjang.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah shrinkflation melanggar hukum? Tidak otomatis. Yang penting, isi yang tertera di label harus sesuai dengan isi sebenarnya. Kalau Anda merasa informasi di label tidak sesuai, simpan bukti dan tanyakan ke produsen atau tempat Anda membeli.
Apakah hanya terjadi pada makanan? Tidak. Produk kebersihan, tisu, minuman, dan perlengkapan rumah tangga juga bisa mengalaminya.
Bagaimana kalau isi bersih tidak tercantum? Isi bersih umumnya tertera di kemasan. Kalau Anda tidak menemukannya, tanyakan kepada penjual atau produsen sebelum membeli.
Apa bedanya dengan kenaikan harga biasa? Pada kenaikan harga biasa, angka di label berubah. Pada shrinkflation, label tetap, tetapi isinya berkurang. Hitungan harga per satuan menangkap keduanya.
Baca juga: grosir atau eceran dan cara cek diskon asli.
Masukkan harga dan isi, hasilnya langsung muncul.Coba kalkulator gratis