ABH AyoBelanjaHemat

Shrinkflation: Harga Sama, Isi Kemasan Makin Sedikit

Diterbitkan 26 Oktober 2026 · Bacaan sekitar 4 menit

Anda membeli camilan favorit yang sama, di toko yang sama, dengan harga yang sama. Tetapi rasanya isinya kok lebih sedikit? Bisa jadi Anda tidak salah ingat. Fenomena ini dikenal sebagai shrinkflation.

Apa itu shrinkflation?

Shrinkflation adalah kondisi ketika ukuran atau isi produk dikurangi, sementara harganya tetap atau hampir tetap. Hasilnya sama dengan kenaikan harga: Anda membayar lebih mahal untuk jumlah yang sama, hanya saja kenaikannya tidak terlihat di label harga.

Mengubah ukuran kemasan bukan otomatis kecurangan. Produsen menghadapi kenaikan biaya bahan, ongkos produksi, dan distribusi. Yang perlu Anda lakukan bukan menuduh, melainkan menghitung: berapa sebenarnya harga per satuan sekarang dibandingkan dulu?

Contoh perhitungan

Angka berikut contoh ilustrasi, bukan merek atau harga tertentu.

ProdukIsiHargaPer 100 gram
Camilan, kemasan lama200 gRp20.000Rp10.000
Camilan, kemasan baru180 gRp20.000sekitar Rp11.111

Harga di label tidak berubah, tetapi harga per 100 gram naik sekitar 11,1%. Contoh lain, sabun cair 450 ml seharga Rp18.000 (Rp4.000 per 100 ml) menjadi 400 ml dengan harga sama: kini Rp4.500 per 100 ml, naik 12,5%.

Cara mengenali shrinkflation

Cara membuktikannya dengan angka

  1. Catat harga dan isi bersih produk lama (dari foto atau ingatan struk).
  2. Catat harga dan isi bersih produk sekarang.
  3. Hitung harga per 100 ml, 100 gram, atau per buah untuk keduanya, lalu bandingkan.

Cara menghitungnya ada di artikel cara menghitung harga per 100 ml dan per 100 gram.

Apa yang bisa Anda lakukan?

Bedanya dengan "skimpflation"

Selain isi berkurang, ada juga kemungkinan kualitas bahan yang diturunkan tanpa mengubah ukuran, misalnya resep diganti dengan bahan yang lebih murah. Itu biasa disebut skimpflation. Yang ini sulit dihitung dengan rumus, jadi perhatikan daftar komposisi di kemasan dan rasakan sendiri perbedaannya.

Mengapa shrinkflation terjadi?

Biaya bahan baku, energi, kemasan, dan distribusi bisa naik. Bagi produsen, menaikkan harga di label sering terasa lebih berisiko karena pembeli langsung melihatnya. Banyak produk eceran juga dijual di titik harga yang sudah "pas" di benak orang, misalnya Rp2.000 atau Rp5.000 per sachet, sehingga mengurangi isi lebih mudah daripada mengubah harga. Ini penjelasan umum, bukan tuduhan pada merek tertentu.

Contoh: kenaikan harga yang terlihat vs yang tersembunyi

Misalkan Anda mencatat satu produk camilan selama setahun (angka ilustrasi):

BulanIsiHargaPer 100 gram
Januari200 gRp20.000Rp10.000
April200 gRp21.000Rp10.500
Oktober180 gRp21.000sekitar Rp11.667

Kenaikan di bulan April langsung terlihat di label. Perubahan di bulan Oktober tidak: harga di label sama, tetapi isinya turun 20 gram. Dalam setahun harga per 100 gram naik sekitar 16,7%, dan lebih dari separuhnya datang dari pengurangan isi.

Hati-hati pada produk sachet dan eceran kecil

Perubahan kecil terasa tidak berarti pada produk murah, padahal persentasenya bisa besar. Sachet kopi 25 g seharga Rp2.000 (Rp8.000 per 100 g) yang menjadi 22 g dengan harga sama berarti sekitar Rp9.091 per 100 g, naik sekitar 13,6%. Karena dibeli berulang kali, selisih kecil itu terkumpul.

Kebiasaan sederhana yang membantu

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah shrinkflation melanggar hukum? Tidak otomatis. Yang penting, isi yang tertera di label harus sesuai dengan isi sebenarnya. Kalau Anda merasa informasi di label tidak sesuai, simpan bukti dan tanyakan ke produsen atau tempat Anda membeli.

Apakah hanya terjadi pada makanan? Tidak. Produk kebersihan, tisu, minuman, dan perlengkapan rumah tangga juga bisa mengalaminya.

Bagaimana kalau isi bersih tidak tercantum? Isi bersih umumnya tertera di kemasan. Kalau Anda tidak menemukannya, tanyakan kepada penjual atau produsen sebelum membeli.

Apa bedanya dengan kenaikan harga biasa? Pada kenaikan harga biasa, angka di label berubah. Pada shrinkflation, label tetap, tetapi isinya berkurang. Hitungan harga per satuan menangkap keduanya.

Baca juga: grosir atau eceran dan cara cek diskon asli.

Malas menghitung manual?
Masukkan harga dan isi, hasilnya langsung muncul.
Coba kalkulator gratis